Nyenengke

Nyenengke…. Mudah-mudahan selalu nyenengke….

Sent from Nokia phone

Somewhere Between

PENDIDIKAN KARAKTER?

LANDASAN KEBIJAKAN TERKAIT PENATAAN ULANG KURIKULUM

(Bantek Kurikulum Prov DI Yogyakarta 2010)

RPJMN 2010-2014
Prioritas 2: Pendidikan
Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas, terjangkau, relevan, dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat, kemandirian, keluhuran budi pekerti, dan karakter bangsa yang kuat. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan dan 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja.
Oleh karena itu, substansi inti program aksi bidang pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Akses pendidikan dasar-menengah: Peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar dari 95% di 2009 menjadi 96% di 2014 dan APM pendidikan setingkat SMP dari 73% menjadi 76% dan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan setingkat SMA dari 69% menjadi 85%; Pemantapan/rasionalisasi implementasi BOS, penurunan harga buku standar di tingkat sekolah dasar dan menengah sebesar 30-50% selambat-lambatnya 2012 dan penyediaan sambungan internet ber-content pendidikan ke sekolah tingkat menengah selambat-lambatnya 2012 dan terus diperluas ke tingkat sekolah dasar;
  2. Akses pendidikan tinggi: Peningkatan APK pendidikan tinggi dari18% di 2009 menjadi 25% di 2014;
  3. Metodologi: Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia melalui penyesuaian sistem Ujian Akhir Nasional pada 2011 dan penyempurnaan kurikulum sekolah dasar dan menengah sebelum tahun 2011 yang diterapkan di 25% sekolah pada 2012 dan 100% pada 2014;
  4. Pengelolaan: Pemberdayaan peran kepala sekolah sebagai manajer sistem pendidikan yang unggul, revitalisasi peran pengawas sekolah sebagai entitas quality assurance, mendorong aktivasi peran Komite Sekolah untuk menjamin keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses pembelajaran, dan Dewan Pendidikan di tingkat Kabupaten;
  5. Kurikulum: Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (diantaranya dengan mengembangkan model link and match);
  6. Kualitas: Peningkatan kualitas guru, pengelolaan dan layanan sekolah, melalui: 1) program remediasi kemampuan mengajar guru; 2) penerapan sistem evaluasi kinerja profesional tenaga pengajar; 3) sertifikasi ISO 9001:2008 di 100% PTN, 50% PTS, 100% SMK sebelum 2014; 4) membuka luas kerja sama PTN dengan lembaga pendidikan internasional; 5) mendorong 11 PT masuk Top 500 THES pada 2014; 6) memastikan perbandingan guru:murid di setiap SD & MI sebesar 1:32 dan di setiap SMP & MTs 1:40; dan 7) memastikan tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP) bagi Pendidikan Agama dan Keagamaan paling lambat tahun 2013.

4.2 Arah Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2010–2014
4.2.4 Penerapan Metodologi Pendidikan Akhlak Mulia dan Karakter Bangsa
Sistem pembelajaran saat ini dipandang belum secara efektif membangun peserta didik memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya degradasi moral seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme pelajar, pornografi dan pornoaksi, plagiarisme, dan menurunnya nilai kebanggaan berbangsa dan bernegara. Kebijakan untuk menanggulangi masalah ini antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Menanamkan pendidikan moral yang mengintegrasikan muatan agama, budi pekerti, kebanggaan warga negara, peduli kebersihan, peduli lingkungan, dan peduli ketertiban dalam penyelenggaraan pendidikan;
  2. Mengembangkan kurikulum pendidikan yang memberikan muatan soft skills yang meningkatkan akhlak mulia dan menumbuhkan karakter berbangsa dan bernegara;
  3. Menumbuhkan budaya peduli kebersihan, peduli lingkungan, dan peduli ketertiban melalui pembelajaran aktif di lapangan;
  4. Penilaian prestasi keteladanan peserta didik yang mempertimbangkan aspek akhlak mulia dan karakter berbangsa dan bernegara.

4.2.5 Pengembangan Metodologi Pendidikan yang Membangun Manusia yang Berjiwa Kreatif, Inovatif, Sportif dan Wirausaha
Dalam mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif (PEK) tahun 2010-2014, yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia perlu dirumuskan kebijakan pengintergrasian aspek yang menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, sportif dan wirausaha dalam metodologi pendidikan. Pengembangan metodologi pendidikan ini dilakukan melalui kebijakan-kebijakan sebagai berikut.

  1. Melakukan kajian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan agar lebih berorientasi pada pembentukan kreativitas dan kewirausahaan peserta didik sedini mungkin;
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang mendukung penciptaan kreativitas dan kewirausahaan pada peserta didik sedini mungkin;
  3. Menciptakan akses pertukaran informasi dan pengetahuan ekonomi kreatif antar penyelenggara pendidikan;
  4. Peningkatan jumlah dan perbaikan kualitas dan lembaga pendidikan dan pelatihan formal dan informal yang mendukung penciptaan insan kreatif dalam pengembangan ekonomi kreatif;
  5. Menciptakan keterhubungan dan keterpaduan antara lulusan pendidikan tinggi dan sekolah menengah kejuruan yang terkait dengan kebutuhan pengembangan ekonomi kreatif;
  6. Mendorong para wirausahawan sukses untuk berbagi pengalaman dan keahlian di institusi pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi dalam pengembangan ekonomi kreatif;
  7. Fasilitasi pengembangan jejaring dan mendorong kerja sama antar insan kreatif Indonesia di dalam dan luar negeri.

Kisi-kisi UNAS

 

Indikator?

Indikator berarti pointer, jarum; pengukur, meteran, display (http://id.w3dictionary.org/index.php?q=indikator) Bagaimana dengan indikator Standar Kompetensi? Kalau saya mengambil makna indikator=pengukur, maka pengukur “besar” Standar Kompetensi (SK) adalah Kompetensi Dasar (KD) (banyak guru tidak menyadari bahwa KD adalah indikator dari SK.  Bagaimana dengan indikator KD. Indikator KD adalah SEMUA hal yang bisa dijadikan pengukur keberhasilan KD.  Apakah indikator pada silabus sama dengan indikator pada RPP, apakah sama dengan indikator pada penilaian? Logikanya, indikator pada silabus lebih luas (BUKAN LEBIH BANYAK)dari indikator pada RPP. Indikator pada penilaian? Penilaian apa? Pada penilaian proses = indikator pada RPP. Penilaian hasil (UH) = indikator KD pada silabus. Indikator ulangan akhir semester? = pengukur penguasaan semua KD pada satu semester. Demikian seterusnya.

Contoh sederhana

Mendengarkan

memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan  terdekat

 

1.1.  Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal    (bersosialisasi) yang menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk  berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur: menyapa orang yang belum/sudah dikenal, memperkenalkan diri sendiri/orang lain, dan memerintah atau melarang

1.2.Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) yang mengunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk  beriteraksi dengan ling-kungan terdekat yang melibatkan tindak tutur : meminta dan memberi informasi, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan mengung-kapkan kesantunan

 

Jadi “memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan  terdekat”  dapat diukur dengan

  1. menyapa orang yang belum/sudah dikenal, memperkenalkan diri sendiri/orang lain, dan memerintah atau melarang secara akurat, lancar dan berterima
  2. meminta dan memberi informasi, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan mengung-kapkan kesantunan secara akurat, lancar dan berterima.

 

Bagaimana dengan mengukur menyapa orang yang belum/sudah dikenal, memperkenalkan diri sendiri/orang lain, dan memerintah atau melarang secara akurat, lancar dan berterima

Minimal harus ada indikator yang mengukur

  1. menyapa orang yang belum dikenal
  2. menyapa orang yang sudah dikenal
  3. memperkenalkan diri sendiri
  4. memperkenalkan orang lain
  5. memerintah, dan
  6. melarang

 

Sudah? Ya belum, kan belum ada ukuran:

  1. keakuratan,
  2. kelancaran,
  3. ke-berterimaan (CCU, sikap, dll)

 

Sudah? Ya belum, ada tidak materi atau ketrampilan prasyarat yang perlu dikuasai siswa untuk mencapai indikator di atas? Apa itu? Misalnya

  1. tata bahasa
  2. kosa kata:
  3. dll.

 

Seorang siswa bisa diketahui mampu atau memiliki kompetensi dasar:

“Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal    (bersosialisasi) yang menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk  berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur: menyapa orang yang belum/sudah dikenal, memperkenalkan diri sendiri/orang lain, dan memerintah atau melarang”

bila setelah diuji menggunakan ukuran atau indikator di atas.

Bobot setiap indikator sama? Tentu tidak. Misalnya untuk indikator utama 50%, indikator prasyarat 25% dan indikator lainya 25% atau menurut professional judgement guru.

Selamat merenung

THR ISTIMEWA BAGI PENGAWAS

Tigapuluh delapan Persen Pengawas Sekolah DIY Lolos Portofolio

Sebegitu hancurkah wajah kepengawasan kita? Apa yang salah? seberapa burukkah yang tidak lulus? Bagaimana tingkat obyektifitas penilai?

Masih banyak pertanyaan serupa yang mempertanyakan mengapa begitu banyak pengawas sekolah yang dinyatakan diskualifikasi.

Dari 210 pengawas dari TK hingga SM hanya 38,57% saja yang dinyatakan lulus. Selebihnya 53,81% diskualifikasi dan sisanya 7,62% dinyatakan mengikuti MPLPG.

Sedangkan 16 pengawas SM Gunungkidul yang mengikuti portofolio, 12 orang dinyatakan diskualifikasi, sehingga yang lulus hanya 4 orang. Dari 21 pengawas TK/SD, hanya ada satu orang yang dinyatakan lulus, sisanya, 20 orang atau 95,24%.

Gabungan seluruh pengawas TK/SD, SM yang berjumlah 37 orang 86,49% diskualifikasi. Hanya 13,51% saja yang dinyatakan lulus.

Anyway, Selamat bagi yang lulus, dan jangan sedih, jangan berkecil hati bagi yang dinyatakan diskualifikasi. Tetap semangat, selamat berjuang semoga Allah menyiapkan Hikmah yang luar biasa dipenghujung Ramadhan ini.

Akreditasi Sekolah

Terakreditasi A, B, atau minimal C adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sekolah atau madrasah untuk bisa menyelenggarakan Ujian sendiri. Hal itu sudah banyak diketahui oleh hampir semua penyelenggara pendidikan. Satu hal yang sebagian dari mereka tidak tahu adalah bahwa proses akreditasi sekolah adalah kepentingan sekolah atau madrasah itu sendiri; bukan kepentingan Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama.

Alhasil? ada sekolah atau madrasah yang terlambat mendaftar untuk diakreditasi. Mereka menunggu diperintah, ditunjuk, diberi jadwal dsb. Ketika diberitahu untuk menengok masa berlakunya status akreditasinya mereka merasa masih banyak waktu.

Jadwal akreditasi SMP/MTs dimulai tanggal 31 Agustus hingga 12 September 2009. beberapa minggu setelah SD/MI, SMA/MA, SMK/MAK. 

Dari 6 sekolah binaan yang masa berlaku akreditasinya habis, dua diantaranya sudah siap jauh hari, Mungkin sekolah ini kecewa karena ternyata status akreditasinya diperpanjang satu tahun. 3 yang lainnya sudah mendaftar tetapi persiapannya tergolong sangat lamban. H – 2 masih belum siap. Ada yang lebih parah, H -7 baru mengumpulkan evaluasi diri yang sebagai akibatnya tidak tergolong diperpanjang atau divisitasi.

Selamat berjuang menjadi penyelenggara pendidikan yang bertanggungjawab, semoga bermanfaat bagi generasi penerus bangsa ini.

Portofolio Pengawas

Sebulan sejak pengumuman sertifikasi guru Dinas Pendidikan dikeluarkan, disusul guru Departemen Agama dan Pengawas Sekolahnya, Pengawas sekolah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY terus menanti. Ada yang masih yakin lolos, ada yang harap-harap cemas, ada yang cuek. 

Yang paling banyak dari mereka adalah mempertanyakan bagaimana nasibnya,  mengapa tidak segera diumumkan, apa yang salah, tidak ada klarifikasi dll. 

Sementara itu minggu terakhir ini situs sertifikasi guru UNY mengalami overload. ada kaitannya?

Semoga cepat teratasi untuk tidak mengganggu kinerja.

STANDAR KOMPETENSI

KISI-KISI DAN INDIKATOR KOMPETENSIi

1. Membuka browser dengan benar (5)
a. Internet Explorer
b. Mozilla Firefox
c. Google Chrome
d. Dll

2. Menerima, memahami dan atau mengirim email dengan benar menggunakan alamat emailnya sendiri. (15)
a. Yahoo
b. Gmail
c. Plasa
d. Smp1ponjong
e. Dll

3. Mengenali dan membuka website penyelenggara/ penyedia jasa Blog (10)
a. Blogspot
b. Wordpress
c. Friendster
d. Dll

4. Membuka salah satu blog. (15)
a. memahami dan mengomentari isi blog tersebut (Posting comment)
b. Menyalin isi blog dan menyimpannya dalam bentuk Ms. Words.

5. Membuat account di salah satu blog dan melakukan posting. (50)
a. Membuat account
b. Mengaktifkan account
c. Memilih desain
d. Mengelola dashbor
e. Posting artikel
f. Mengelola comments

6. Memahami dan menerapkan kode etik pemanfaatan teknologi infirmasi .(5)
a. Memasukkan identitas sebenarnya
b. Menyertakan penulis atau URL atau alamat web bila mengambilnya.
c. Melakukan log out atau sign out atau keluar bila keluar dari halaman pribadi.

SOAL LATIHAN
Pelatihan Weblog
SMP 1 Ponjong Gunungkidul
Tahun 2009
1. Apakah Anda sudah memiliki email? Tuliskan alamat email Anda (berilah tanda bintang (*) email yang paling sering Anda gunakan.
a. …@…
b. …@…
c. …@…
d. …@…
2. Apakah Anda memiliki satu atau lebih tulisan/artikel dalam format Ms. Word?
a. …
b. …
c. …
3. Kirimkan jawaban pertanyaan no 1 melalui kandung@gmail.com
Tembuskan juga ke kandungs@yahoo.com dan kandung@smp1ponjong.sch.id
Lampirkan artikel Anda (pertanyaan no. 2)pada jawaban no 1.
4. Bukalah blog berikut ini:
a. http://tulisbaca.wordpress.com
b. http://nikikula.blogspot.com

5. Carilah Blog yang memuat Silabus dan atau RPP dan atau materi pembelajaran lainnya. Salin dan sunting menggunakan MS. Words, atau download pada folder yang Anda kenali.

6. Berikan “comment” terhadap tulisan tersebut.

7. Apakah Anda memiliki satu atau lebih blog?

a. http://…
b. http://…
Buatlah posting baru pada blog Anda

8. Atau buatlah sebuah blog menggunakan acuan yang ada, bila belum punya.

Selamat Berlatih

Hello world!

Welcome to tulisbaca.wordpress.com.  A lot of people dream to change the world. Obama and thousands of people all around the globe will change their countries. And I’ll just want to change myself. What about you?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.